Minggu, 05 Agustus 2012


MACAM-MACAM POLA BUSANA
Pola dasar adalah pola yang masih asli, belum mengalami perubahan. Pola yang dibuat menurut ukuran badan atau anggota badan tanpa mengalami perubahan.
Macam-macam pola dasar :
1.  Pola dasar badan
2.  Pola dasar lengan
3.  Pola dasar rok
4.  Pola dasar celana pria, wanita
5.  Pola dasar kerah.

Ada beberapa macam pola yang dapat digunakan dalam membuat busana, diantaranya ialah pola konstruksi dan pola standar. Masing-masing pola ini digambar dengan cara yang berbeda, memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, untuk lebih jelasnya akan diuraikan satu persatu:

1. Pola Konstruksi
Pola konstruksi adalah pola dasar yang dibuat berdasarkan ukuran badan sipemakai, dan digambar dengan perhitungan secara matematika sesuai dengan sistem pola konstruksi masing-masing.
Pembuatan pola konstruksi lebih rumit dari pada pola standar disamping itu juga memerlukan waktu yang lebih lama, tetapi hasilnya lebih baik dan sesuai dengan bentuk tubuh sipemakai. Ada beberapa macam pola konstruksi antara lain : pola sistem Dressmaking, pola sistem So-en , pola sistem Charmant, pola sistem Aldrich, pola sistem Meyneke dan lain-lain sebagainya.
         Keuntungan dan kekurangan dalam menggunakan pola konstruksi :
1.  Keuntungan pola konstruksi
a.  Ukuran dan bentuk pola sesuai bentuk badan
b.  Dapat digunakan untuk membuat berbagai model sesuai desain
c.  Kemungkinan kesalahan kecil, apabila pola dibuat dengan cermat dan teliti.
2.  Kekurangan pola konstruksi
a.  tidak praktis, pola dibuat harus mengukur seseorang.
b.  Memerlukan banyak waktu dan tenaga.
c.  Hanya dapat digunakan untuk satu orang yang telah diukur.

2. Pola standar
Pola standar adalah pola yang dibuat berdasarkan daftar ukuran umum atau ukuran yang telah distandarkan, seperti ukuran Small (S), Medium (M), Large (L), dan Extra Large (XL). Pola standar di dalam pemakaiannya kadang diperlukan penyesuaian menurut ukuran sipemakai. Jika sipemakai bertubuh gemuk atau kurus, harus menyesuaikan besar pola, jika sipemakai tinggi atau pendek diperlukan penyesuaian panjang pola.Menyesuaikan pola standar tidak dapat dilakukan dengan hanya mengecilkan pada sisi badan atau pada sisi rok, atau menggunting pada bagian bawah pola, pada pinggang atau bagian bawah rok, karena hal tersebut akan membuat bentuk pola tidak seimbang atauakan menyebabkan bentuk pola tidak sesuai dengan proporsinya masing-masing.Cara yang paling mudah dan cepat untuk menyesuaikan pola standar, adalah dengan cara mengetahui ukuran badan sendiri dan memilih pola standar yang ukurannya hampir mendekati dengan ukuran badan dengan mempedomani ukuran lingkar badan, kemudian membuat daftar ukuran badan seseorang dan ukuran pola standar dalam bentuk tabel. Daftar ukuran tersebut ialah sejumlah ukuran yang diambil dari badan seseorang (ukuran sebenarnya). Bagi seseorang yang baru belajar menyesuaikan pola standar, cukup menggunakan ukuran yang penting, misalnya ukuran lingkar badan, lingkar pinggang, panjang muka dan panjang punggung.
Disamping hal di atas seseorang yang ingin menyesuaikan pola standar dengan
ukurannya, mesti dapat memilih pola yang ukurannya mendekati dengan ukuran badannya.




3,POLA DRAPING 
Draping dapat disebut juga dengan “memulir”. Memulir berasal dari bahasa Jawa Kuno yaitu “pulir” yang berarti memutar, mengayunkan, memilin, menjalin, meremas, memeras,  dan  memintal.  Teknik  draping  atau  memulir  adalah  teknik  memutar, mengayunkan,  memilin,  menjalin,  dan meremas  selembar  kain  di  atas  dress  form  untuk mewujudkan  suatu  pola  busana  yang  pas  di  badan  serta  sesuai  dengan  model  yang diinginkan.  Untuk  membuat  pakaian  dengan  teknik  ini  membutuhkan  lebih  banyak bahan. Jika mempunyai dress form dengan ukuran badan sendiri, maka membuat pakaian dengan  cara ini sangat menguntungkan, karena tidak perlu mengepas dan hasilnya lebih memuaskan.Bahan yang digunakan dalam pembuatan pola dengan teknik draping adalah kain blacu  atau  kertas  singkong,  sedangkan  bahan  yang  digunakan  dalam  pembuatan  pola dengan teknik konstruksi adalah kertas pola. Pola dengan teknik draping dibuat langsung pada tiruan  badan  manusia  (dummy,  dress  form,  atau  paspop),  sedangkan  pola  dengan teknik  kontruksi  dibuat  dengan  meja  datar.  Pola  dengan  teknik  draping  berbentuk  tiga dimensi,  sedangkan  pola  dengan  teknik  konstruksi  berbentuk  dua  dimensi.  Pembuatan pola  dengan  teknik  draping  dan  teknik  konstruksi  akan  sama-sama  menghasilkan  pola dasar,  tetapi  pada  teknik  daping  pecah  pola  sesuai  model  dapat  dibuat  langsung  di  atas dress form tanpa membuat pola dasar terlebih dahulu, sedangkan pada teknik konstruksi pecah pola sesuai model dibuat dari hasil pengembangan pola dasar berdasarkan ukuran badan seseorang yang telah dibuat sebelumnya. 

4.POLA DI ATAS KAIN 
   P0la di atas kain adalah teknik pembuatan pola secara langsung pada kain yang akan dibuat busana sesuai model yang diinginkan, dalam hal ini biasanya untuk model yang sederhana, misalnya kemeja, celana pendek/panjang dan bebe rumah. 

5, Pola Busana Dengan Teknik Kombinasi 
   Membuat pola busana dengan teknik kombinasi merupakan salah satu cara      pembuatan pola dengan mengombinasikan teknik konstruksi A dengan      teknik konstruksi B, misalnya menggabungkan antara teknik konstruksi dengan teknik drapping. Tujuan dari teknik kombinasi adalah untuk membuat busana dengan desain-desain yang sulit seperti desain busana pesta. 

6. POLA JADI  
  Pola jadi adalah Pola yang siap untuk dipakai sesuai dengan model tertentu. Contoh Macam-macam pola jadi yaitu:  
1.  P ola Rader  
   adalah lembaran kertas yang berisi macam-macam pola dengan model atau    desain busana yang digambar secara bertumpukkan dalam satu halaman. 
2.  Pola Cetak 
   adalah pola yang dibuat dengan jalan dicetak. Pola ini terdiri satu  stel pola untuk satu model pakaian untuk anak maupun untuk orang dewasa. Pola cetak ini ada yang dimasukkan amplop siap untuk dipakai, dalam satu amplop terdapat lembaran-lembaran pola dari satu model pakaian. Pola ini juga dilengkapi dengan keterangan mengenai ukuran, arah benang, tengah muka, tengah belakang dan tempat memasang lengan. Pada pola cetak tercantum hal-hal sbb : 
     1. nomor /code
     2. ukuran standar yang digunakan,
     3. langkah mengerjakan
     4. bentuk potongan pola dan jumlah/komponen pola
     5. desain / mode busana
     6. tabel ukuran
     7. keterangan model
     8. penggunaan kain/bahan

Keuntungan menggunakan pola cetak :
  1. lebih praktis karena dapat langsung digunakan tanpa mengukur terlebih dahulu
  2. mempermudah bagi orang yang baru belajar menjahit
  3. menghemat waktu dan tenaga
  4. dapat digunakan untuk membuat pakaian dalam jumlah yang banyak seperti pada konveksi.

Kekurangan menggunakan pola cetak :
  1. Hasil pakaian tidak selamanya pas di badan
  2. Model busana terbatas
  3. Harus merubah kembali pola sesuai dengan bentuk badan seseorang.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar